more-share forum

Doping & Steroid

DOPING DALAM

FITNES & BINARAGA

Fitnes (kebugaran) adalah gaya hidup dengan tujuan sehat yang menggabungkan latihan (beban & aerobik), pengaturan pola makan yang teratur dan istirahat. Gaya hidup ini adalah landasan bagi tubuh yang sehat, kuat dan prima yang mampu melaksanakan tugasnya secara baik dan optimal. Bukan hanya itu, dalam wujud yang lebih disiplin dan terstruktur, fitnes adalah metode dasar dan wajib yang telah dipakai oleh atlit seluruh cabang olahraga di dunia untuk meningkatkan performa di masing-masing cabangnya untuk menjadi lebih besar, lebih tinggi, lebih kuat. Fitnes, sudah bukan lagi menjadi senjata rahasia seorang atlit, ia telah berevolusi menjadi bagian yang tak terlepaskan dari program pengembangan prestasi dan performa untuk setiap atlit yang ingin mendapatkan keunggulan kompetitif secara sah, sportif, dan legal.

Kesadaran akan besarnya manfaat otot berkembang seiring pengembangan dalam dunia medis, di mana obat-obat hormon yang sedianya dikembangkan untuk mengobati pasien-pasien dengan kelainan hormon seperti impotensi, gejala cebol pada anak-anak, dan penyakit diabetes telah menarik perhatian sekelompok atlit untuk tujuan pengembangan prestasi tersebut. Seiring persaingan bidang olahraga yang semakin ketat, pada pertengahan tahun 70-an, para atlit dari Eropa Timur (seperti Rusia, Jerman Timur, Rumania dan Bulgaria) secara “kreatif” menggunakan obat-obat hormon tersebut untuk meningkatkan performa dan mengalahkan para pesaingnya. Dari arena Olympiade, tingkat penggunaan obat-obat hormon buatan tersebut pun “menular” secara alamiah ke cabang binaraga. Hingga hari ini, penggunaan obat dalam bentuk hormon sintetis (buatan) tersebut telah merebak ke berbagai cabang olahraga, dan juga berbagai pelosok dunia, termasuk Indonesia.

Penggunaan ini jelas telah melenceng jauh dari intisari gaya hidup fitnes yang mengutamakan kesehatan dan kebugaran fisik serta pembentukan karakter yang positif dan mental yang kuat.

Obat Hormon Menjadi Doping

Tidak disangkal lagi, hormon merupakan salah satu faktor penting terciptanya lingkungan / situasi yang kondusif untuk pertumbuhan otot seorang atlit. Hal ini disadari betul oleh atlit-atlit profesional di banyak cabang olahraga, karena umumnya otot yang lebih besar adalah otot yang lebih kuat, cepat, dan superior. Obat-obat hormon (Performance Enhancing Drugs) merupakan obat yang berisi hormon buatan yang seringkali dipakai bukan saja oleh atlit binaraga, tapi juga oleh atlit di hampir seluruh cabang olahraga terutama atletik, renang, angkat besi, bola basket, tenis.

Namun banyak pula individu yang melakukan aktivitas olahraga untuk dinikmati manfaatnya, yaitu hidup sehat. Dan apabila ditekuni secara serius dengan prinsip kesehatan yang solid, maka terciptalah golongan atlit-atlit berprestasi yang drug-free yang berusaha meningkatkan produksi hormon mereka secara alami.

Bagi para praktisi fitnes dan atlit, peningkatan massa dan kekuatan otot yang cepat adalah suatu keadaan yang paling diidamkan. Berbagai elemen memang perlu ada pada saat yang bersamaan untuk mendapatkan pertumbuhan otot yang maksimal. Tiga elemen dasar utama adalah: latihan, nutrisi, dan istirahat. Ketiga elemen ini, apabila berpadu dalam komposisi yang tepat akan menciptakan suatu lingkungan pertumbuhan otot yang cepat (anabolic environment). Lingkungan anabolik adalah suatu keadaan tubuh yang memiliki profil hormon yang optimal. 3 hormon yang paling optimal dalam pertumbuhan otot adalah testosteron, hormon pertumbuhan (growth hormone) dan insulin. Ketiganya bisa diproduksi tubuh secara alami melalui keberadaan latihan, nutrisi dan istirahat yang seimbang.

Binaraga Di Mata Masyarakat Dunia
Sebagai olahraga yang mengutamakan perkembangan massa otot, binaraga memang mendapatkan sorotan tajam dari masyarakat awam dan pers. Di negara-negara lain seperti Jerman, Australia, Amerika Serikat, Mexico, dan bahkan Jepang, masyarakat awam dan pers menganut sterotype (generalisasi) bahwa orang bertubuh kekar dan besar pasti menggunakan obat-obatan hormon (anabolic steroids).

Hingga hari ini binaraga tidak pernah diterima sebagai cabang olahraga yang bisa dipertandingkan di Olympiade. Hal ini disebabkan oleh kuatnya stigma atau pandangan masyarakat dunia akan penggunaan steroids dalam cabang olahraga binaraga. Badan binaraga dunia yang terbesar sekalipun IFBB (International Federation for Body Builders) melalui kemampuan diplomasi yang kuat dari presidennya Ben Weider, tidak mampu berbuat banyak karena Komite Olympiade Internasional (IOC) tidak pernah menyetujui dipertandingkannya binaraga di kancah multi-event terbesar di dunia ini.
Obat-Obatan Terlarang Dalam Dunia Fitnes Indonesia
Memang ada segelintir orang dalam kalangan fitnes Indonesia yang memakai dan mengedarkan steroids dan obat-obat hormon lainnya. Kelompok orang ini memiliki strategi khusus dalam “menjerat” beberapa konsumennya. Berikut ini adalah beberapa rayuan tipikal yang biasanya disampaikan untuk meyakinkan orang lain untuk membeli apa yang ditawarkan:

  • Bahwa produk yang ditawarkan adalah suplemen, bukan obat.

Mereka tidak akan pernah ragu untuk menipu demi meyakinkan calon mangsanya. Biasanya hal ini terjadi pada calon konsumen yang dianggapnya mudah ditipu dan berada dalam kategori pemula.

  • Bahwa produk tersebut aman, serta mengatakan kanker adalah penyakit keturunan. “Kalau tidak ada keturunan, kita tidak mungkin terserang kanker.”

Salah satu efek samping terbesar dari steroids adalah tingkat kerusakan yang tinggi terhadap organ hati. Sebagai organ yang menetralisir racun dalam tubuh, organ hati yang terekspos dengan penggunaan steroids akan sulit menetralisir racun yang masuk atau radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh. Organ hati yang rusak berarti tubuh sudah tidak memiliki mekanisme pelindung diri terhadap racun lingkungan dan radikal bebas lainnya, daya tahan tubuh pun merosot tajam dan sel kanker akan mudah tumbuh tanpa harus peduli ada keturunan atau tidak.

Satu hal lagi tentang kanker sebagai penyakit keturunan, bahwa pada dasarnya semua orang di dunia memiliki sel kanker di dalam tubuhnya. Banyak yang tidak mengidap kanker karena daya tahan tubuhnya yang lebih kuat, sehingga sel kanker tersebut tidak aktif.

  • Bahwa harganya lebih murah dari beberapa jenis suplemen, tapi memiliki efektifitas yang lebih tinggi. Untuk apa membeli yang lebih mahal tapi kalah bagus daripada yang lebih murah?

Rayuan seperti ini biasanya dilancarkan kepada member pusat kebugaran yang mengeluhkan suplemennya tidak berguna atau tidak memberikan efek yang diinginkan. Bukannya memberikan saran latihan dan nutrisi yang tepat, para penjual steroids dan obat hormon akan langsung menawarkan solusi jalan pintas dan berusaha meyakinkan dengan “berpura-pura” menjadi teman akrab yang “peduli” terhadap calon konsumennya.

  • Calon konsumen akan diberikan gratis terlebih dahulu, apabila ingin membeli, yang berikutnya harus membayar.

Ini mungkin trik pendekatan yang paling klasik yang pernah dilakukan oleh para dealer obat-obat hormon. Sayangnya, trik ini masih cukup efektif karena iming-iming gratis memang selalu menggiurkan orang yang ingin mencari jalan pintas.

  • Bahwa ada dokter yang meresepkan steroids tersebut, sehingga dosis yang diberikan adalah dosis yang aman.

Melibatkan profesi dokter sebagai tameng pelindung dan “garansi palsu” juga sangat sering digunakan untuk tujuan terlihat lebih bonafide, terlepas dari benar-tidaknya resep tersebut dituliskan oleh seorang dokter. Yang perlu dicermati bahwa semua dokter di Indonesia adalah anggota dari Ikatan Dokter Indonesia dan terikat oleh sumpah profesi yang mereka pernah ucapkan. Meresepkan obat hormon atas nama dokter itu sendiri kepada orang sehat yang tidak memerlukannya sudah merupakan suatu bentuk malpraktek yang bisa berbuntut panjang (seperti di meja pengadilan, hingga pencopotan ijin praktek).

Sebagai orang yang pintar dan terikat erat oleh etika profesi, seorang dokter tidak akan dengan mudah mau mempertaruhkan reputasi dan ijin mata pencahariannya hanya untuk seorang dealer / penjual steroids. Kalaupun ada, maka dokter tersebut pantas untuk dilaporkan ke pihak yang berwajib disertai bukti-bukti yang jelas.

Namun kemungkinan terbesarnya adalah bahwa sang penjual steroid ini membaca dan mempelajari sendiri dosis steroid pada suatu buku yang ditulis oleh seorang yang tak berlatarbelakang kedokteran, dan kemudian mengaku sudah mengacu pada resep dokter.

Perang Melawan Penyalahgunaan Obat-Obatan Terlarang
Perlu penanganan serius untuk menanggulangi penyebaran steroids dan obat hormon terlarang lainnya dalam fitnes di Indonesia. Cara yang paling holistik adalah untuk melumpuhkan dua sisi dari obat-obatan terlarang tersebut, yaitu: supply (penyediaan) dan demand (permintaan).

Untuk supply, beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:

  1. Upaya mengalihkan para dealer

Bahwa para dealer perlu mengetahui, masih banyak pilihan karir yang lebih berarti dan berguna di dalam industri fitnes bagi mereka. Menjual dan mengedarkan steroids memang memberikan keuntungan, tapi begitu pula dengan menjual suplemen kesehatan maupu menjadi instruktur dan personal trainer.

Industri fitnes ini dibangun dengan jerih payah yang tidak sedikit dan merupakan usaha kolektif dari banyak praktisi fitnes yang mencintai industri dan bidang ini. Tujuannya pun sederhana, yakni untuk meningkatkan taraf kesejahteraan dari para praktisinya, atau dengan kata lain agar mereka semua bisa hidup di dalam industrinya di mana mereka bisa bermatapencaharian di bidang yang mereka sukai. Pengedaran dan penjualan obat-obat terlarang tersebut hanya akan menjadi borok nanah yang mencoreng industri yang tidak dibangun oleh para dealer obat terlarang ini. Nurani pada akhirnya yang harus berbicara langsung dengan para dealer tersebut. Semoga mereka menjadi lebih sadar sebelum terlambat oleh hukuman karma maupun hukuman pidana.

  1. Shock Therapy

Penangkapan terhadap para dealer juga sebaiknya dilakukan, serta hukuman yang seberat-beratnya dijatuhkan kepada para dealer. Hal ini diperlukan untuk memberikan terapi kejut kepada mereka yang melakukan transaksi jual-beli obat-obatan terlarang dalam olahraga ini.

  1. Pengembangan Teknologi Tes Doping

Berbagai upaya untuk menipu tes doping telah menjadi upaya tambahan seluruh atlit yang menggunakan zat-zat doping. Oleh karena itu, diperlukan perkembangan kontinyu terhadap perangkat maupun metode pendeteksian doping. Para ahli dan ilmuwan dunia telah mengembangkan berbagai tehnik yang sebenarnya bisa digabungkan untuk mendapatkan hasil tes yang lebih akurat, terhadap obat yang paling tak terdeteksi sekalipun. Tes polygraf (tes pada mesin kebohongan), tes urine (air seni), tes darah (blood detection), dan tes pada rambut (hair strand detection), hingga tes air liur (saliva test) adalah beberapa tehnik yang telah dikembangkan terus-menerus.

Untuk demand, dari beberapa hal yang bisa dilakukan umumnya semua upaya tersebut mengacu pada satu hal saja, yaitu: upaya pendidikan & promosi hidup sehat. Mengisi kembali pikiran para praktisi fitnes akan penting dan berharganya kesehatan jiwa dan jasmani adalah upaya yang harus terus dilakukan. Adalah sangat disayangkan apabila memiliki tubuh yang kekar dan atletis (yang seharusnya menjadi lambang utama kesehatan dan kegagahan fisik) namun mengidap berbagai masalah seperti impoten, kemandulan, keracunan organ hati, turunnya daya tahan tubuh, sakit mental (depresi dan halusinasi) dan lain-lain.

Banyak pula konsumen yang tidak sadar bahwa mereka telah ditipu oleh dealer obat-obatan terlarang. Para konsumen mengira produk yang mereka beli dari dealer steroids adalah produk suplemen yang juga dipakai oleh bintang-bintang binaraga natural Indonesia. Pengetahuan dasar mengenai nama-nama bahan aktif, merk dan bentuk penyediaan setidaknya harus dimengerti betul oleh masyarakat fitnes Indonesia agar bisa membedakan mana yang suplemen dan mana yang obat.

Kerjasama dari semua pihak pun sangat diharapkan. Sebagai insan yang hidup di dalam industri fitnes, para pengusaha dan pengelola pusat kebugaran harus sadar bahwa pusat kebugaran adalah tempat bertemunya pihak penjual dan pembeli, terlepas dari transaksi dilakukan di tempat lain. Dealer-dealer biasanya juga memiliki profesi sebagai instruktur dan personal trainer yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Dengan memiliki peraturan yang ketat dan tingkat toleransi rendah terhadap karyawan dan anggota yang kedapatan bertransaksi steroids, maka para pengelola pusat kebugaran bisa meminimalkan “wilayah operasi” dari distribusi obat-obat terlarang tersebut.

Dengan demikian, hasil yang bisa diharapkan adalah musnahnya sisi demand sehingga tidak ada lagi pembeli. Dengan tidak adanya pembeli, maka penjual pun akan hilang dengan sendirinya.

Hormon Anabolik Secara Alamiah

Ada 3 jenis hormon yang paling kondusif bagi pertumbuhan otot. Mereka adalah Testosteron, Insulin, dan Growth Hormone (GH).

Berikut ini adalah cara-cara untuk meningkatkan hormon secara alami.

  1. Latihan Berintensitas Tinggi (Progressive Overload Training)

Banyak riset ilmiah di bidang performa olahraga telah membuktikan bahwa latihan beban berintensitas tinggi yang dilakukan dalam waktu relatif singkat (40-60 menit) mampu meningkatkan produksi hormon anaboli testosteron dan growth hormone secara alami.

  1. Konsumsikan Jenis Karbohidrat Yang Tepat Pada Waktu Yang Tepat

Karbohidrat Sederhana (Simple Carbs) seperti nasi putih, gula, glukosa, dextrosa merupakan jenis karbohidrat yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Indeks glikemik yang tinggi artinya memiliki kapasitas untuk mendapatkan respon produksi insulin yang banyak dalam tubuh. Produksi insulin ini diperlukan untuk mengantar nutrisi-nutrisi vital ke seluruh tubuh. Sekaligus untuk membantu mengembalikan glikogen (energi otot) yang terkuras akibat latihan.

Konsumsi karbohidrat sederhana yang tepat adalah pada saat segera sesudah latihan sampai 3 jam sesudah latihan. Kurun waktu ini adalah waktu di mana para praktisi fitnes dan atlit bisa mengkonsumsi karbohidrat sederhana. Namun di luar kurun waktu tersebut, konsumsikan karbohidrat komplex yang memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dengan frekuensi yang cukup sering. Hal ini adalah untuk mencapai kestabilan gula darah sekaligus suplai nutrisi yang berkelanjutan.

  1. Suplementasi

Ada beberapa jenis suplemen yang apabila dikonsumsikan pada waktu yang tepat, mampu meningkatkan hormon anabolik seperti testosteron dan growth hormone. Tentunya suplementasi seperti ini tidak pernah menjadi keharusan. Namun apabila Para praktisi fitnes dan atlit memiliki dana yang memadai, Anda bisa mecobanya.

  • L-glutamine: Dalam dosis 2 gram saja, L-glutamine diyakini bisa meningkatkan produksi GH yang cukup signifikan. Waktu yang tepat untuk mengkonsumsinya adalah perut kosong di pagi hari, dan segera sesudah latihan.

  • ZMA: adalah gabungan dari mineral Zinc Monomenthionine Aspartate, Magnesium Aspartate dan Vitamin B6. Fungsinya adalah untuk menghindari risiko tinggi kekurangan zinc pada atlit yang berlatih dengan intensitas tinggi. Rendahnya kadar zinc dalam tubuh seorang atlit seringkali pula dihubungkan dengan rendahnya kadar testosterone dan sperma dalam tubuh atlit tersebut. Waktu yang tepat untuk mengkonsumsinya adalah ½ jam sebelum tidur dalam keadaan perut kosong atau agak kosong. ZMA juga membantu meningkatkan kualitas tidur untuk produksi testosteron yang lebih maksimal.

  • GABA (Gamma Amino Butyric Acid): adalah sejenis asam amino yang secara klinis terbukti meningkatkan GH, namun memberikan efek mengantuk pada pemakainya. Untuk itu disarankan untuk dikonsumsi sebelum tidur, bisa digabung dengan ZMA.

  • Tribulus Terrestris: adalah sejenis herbal yang mampu meningkatkan Luteinizing Hormone (LH) dalam tubuh. LH adalah hormon yang mengisyaratkan dan menginstruksikan organ tubuh tempat produksi testosteron untuk memproduksi testosteron. Semakin banyak LH yang diproduksi, diyakini semakin maksimal pula sinyal yang disampaikan untuk memproduksi testosterone. Tribulus Terrestris bisa dikonsumsi ½ jam sebelum latihan.

  • Arginine & Ornithine: Dalam beberapa studi klinis di tahun 80-an, ke-2 jenis asam amino ini memberikan hasil peningkatan kadar GH dalam tubuh. Namun produk Arginine dan Ornithine ini telah diabaikan karena ternyata tidak memberikan hasil diharapkan, apalagi harga produk tersebut termasuk mahal. 2 tahun terakhir Arginine malahan dipasarkan sebagai suplemen yang meningkatkan produksi Nitric Oxide untuk memperlancar saluran dan aliran darah. Namun hal tersebut pun tampaknya akan terkubur lagi karena tidak adanya dukungan ilmiah yang valid. Bagaimanapun pernah ada penelitian ilmiah yang mendokumentasikan keabsahan Arginine dan Ornithine untuk peningkatan GH. Apabila Anda mampu membelinya dan mau mencobanya, konsumsikan di pagi hari saat perut kosong.

  • BCAA (Branch-Chained Amino Acids): adalah 3 sekawan asam amino essensial (yang tidak bisa diproduksi secara alami oleh tubuh), yaitu: Leucine, Isoleucine, dan Valine. Beberapa studi klinis mendokumentasikan efektifitas BCAA dalam meningkatkan GH dalam tubuh. Untuk hasil yang maksimal, konsumsikan sebelum tidur. Bisa digabungkan dengan ZMA, maupun dengan GABA.

Perlu diingatkan sekali lagi bahwa upaya-upaya di atas tidaklah wajib dan tidak dipungkiri sangat tergantung kepada kemampuan kantong masing-masing individu. Upaya tersebut juga harus dibarengi dengan suplai nutrisi yang seimbang, dan protein yang maksimal. Karena tanpa protein, kondusifitas hormon di atas dalam membangun otot akan menjadi sia-sia. Selamat mencoba, semoga berhasil dan bermanfaat.

Beberapa Jenis Obat Terlarang Dalam Olahraga & Fitnes

Di luar narkoba, obat-obat terlarang dalam olahraga dan fitnes secara mayoritas mencakup hormon-hormon testosteron, insulin, dan growth-hormone buatan dalam bentuk pil, krim, maupun suntikan. Daftar di bawah ini berupaya menjelaskan bahan aktif dari berbagai produk dan merk-merk populer yang sering tercantum. Seringkali konsumen tidak menyadari produk yang ia beli adalah steroids hanya karena ia mengetahui untuk menghindari merk-nya tetapi tidak mengetahui zat aktif yang terkandung di dalam merk tersebut. Sebagai contoh: nandrolone decanoate adalah nama kandungan aktif untuk produk bermerk Deca Durabolin. Namun nandrolone decanoate juga bisa jadi merupakan bahan aktif untuk merk saingan Deca Durabolin. Hanya mengenal dan tidak membeli merk Deca Durabolin, bukan berarti kita sudah terhindar dari produk yang mengandung nandrolone.

Kategori                Merk                                Kandungan/ NamaGeneric

Growth Hormone             Humatrope, Protropin                        HGH

Insulin                    Humulin, Lletin II                        Insulin

Thyroid (Gondok)            Cytomel                            Liothyronine (T3)                                    Synthroid                             Levothyroxine

                    Proloid                                Thyroglobulin

Diuretics                Lasix                                Furosemide

                    Naturetin                            Bendroflumethiazide

                    Anhydron                            Cyclothiazide
Aldactone                            Spironolactone
Estrogen                Clomid                                Clomiphene Citrate
Anti-Estrogen                Nolvadex                            Tamoxifen Citrate
Teslac                                Testolactone
Cytadren                            Aminoglutethimide
HCG                    Pregnyl, Chorex, APL Secules                Human Chorionic Gonadotrophin
Beta-Andrenoreceptor            Clenasma, Monores, Prontovent, Broncoterol        Clenbuterol
Beta-Agonist                Berbagai Merek                        Ephedrine
Amphetamines            Dexedrine Spansule                        Destroampethamine
Ritalin                                Methylphenidate
Cylert                                Pemoline
Prohormone                DHEA, Androstenedione,Androstendiol,

Nor-Androstenedione, Nor-Androstenediol

Pro-Steroids     1-TU, 1-Test, M-1-T, M-1-D                    1-Testosterone, MethylTestosterone,

                                    Methyldienolone

Steroids/Testosteron            Anadrol, Anapolon                        Oxymetholone
Anavar, Lipidex                        Oxandrolone
Andriol, Androxon, Restinsol, Androxon            Testosterone Undecanoate
Deca-Durabolin                        Nandrolone Decanoate
Dianabol                            Methandrostenolone
Dynabolon                            Nandrolone Undecanoate
Equipoise                            Boldenone Undecylenate
Finajet                                Trenbolone Acetate
Parabolan                            Trenbolone
Depo Testosterone                        Testosterone Cypionate
Penambah Darah            EPO                                Erythropoietin
Minyak Penggelembung Otot        Synthol, Pump N Pose                    MCT Oil, Esiclene

Masih banyak lagi jenis obat-obatan hormon terlarang dalam berbagai nama, karena selain diproduksi oleh berbagai perusahaan farmasi, juga diproduksi oleh perusahaan rumahan untuk diperjual belikan dalam black market. Tentunya tingkat resiko akan menjadi lebih tinggi lagi karena selain tidak asli (yang asli saja sudah merusak organ tubuh – akan dijelaskan lebih lanjut), juga diproduksi dalam kondisi yang tidak steril dan apabila digunakan akan menyebabkan infeksi pada luka yang apabila tidak ditangani segera bisa menyebabkan bagian yang terinfeksi untuk diamputasi.

Kasus Efek Samping Obat-Obatan Doping
Anggapan di Amerika bahwa para binaragawan memiliki sikap yang tidak sopan, kasar, dan malas telah memicu serangkaian tuduhan bahwa steroids menjadi penyebab utama temperamen yang pemarah, agresif, dan kasar. Para ilmuwan pun mulai meneliti adanya hubungan kesehatan jiwa dengan pemakaian obat-obat hormon steroids pada atlit binaraga. Hasilnya memang cukup jelas, berbagai kasus depresi, kekerasan domestik dan penganiayaan pun dihubungkan dengan penyalahgunaan steroids. Kasus-kasus seperti Sandy McNeill (binaragawati yang membunuh suaminya Ray McNeill yang juga seorang binaragawan karena sering memukul & melukainya), Bertil Fox (binaragawan terkenal 80-an yang divonis hukuman mati karena membunuh pacar dan ibu pacarnya), Denise Rutkowski (binaragawati yang mengalami depresi jiwa dan sekarang menjadi pengemis jalanan), Mike Christian (yang menjalani rehabilitasi jiwa karena berhalusinasi istrinya bercinta dengan mahluk luar angkasa) adalah berbagai contoh kekerasan yang berhubungan erat dengan penyalahgunaan hormon steroids tersebut.

Kematian beberapa binaragawan, serta beberapa kasus di mana atlit binaraga hampir menemui ajalnya di atas panggung juga mendapatkan sorotan media yang cukup menggemparkan di Amerika Serikat. Sebut saja binaragawan Mohammed “Momo” Benaziza yang harus meninggal di panggung akibat keram otot pada seluruh tubuhnya. Juga ada kasus Andreas Munzer yang diduga mengalami pendarahan pada organ internal, serta ditemukannya lusinan jenis steroids di apartemennya. Beberapa kasus yang tak terlupakan juga antara lain: Paul Dillet yang hampir meninggal dengan cara serupa dengan Mohammed Benaziza, namun Paul berhasil diselamatkan, Mike Matarazzo yang hampir meninggal karena dehidrasi dan ketidakseimbangan mineral tubuh, Ken “Flex” Wheeler – Tom Prince – Don Long adalah 3 sekawan dengan kasus yang sama (gagal ginjal), Dennis Newman yang mengaku pemakaian growth hormone-nya yang turut memiliki andil atas leukimia (kanker darah) yang pernah dideritanya, dan terakhir Mike Matarazzo kembali masuk rumah sakit karena hanya 15% jantungnya yang berfungsi dan harus menjalani triple-bypass. Selain itu, tak kurang beberapa kasus steroids dalam berbagai pengakuan atlit dan tokoh binaraga lainnya yang tercatat dalam media maupun arsip pengadilan seperti: Craig Titus, Victor Martinez (pengedaran dan penjualan), Victor Conte (pembuatan steroids jenis baru), Bertil Fox (pembunuhan), Sandy Riddell (pembunuhan), Ray McNeill (kekerasan dalam rumah tangga), Mike Christian (halusinasi & depresi), Guy Grundy (ketergantungan), dan lain-lain.

Konsekuensi Penyalahgunaan Obat-Obatan Hormon Terlarang

Tentunya telah cukup banyak yang diketahui mengenai efek samping obat-obatan hormon terlarang. Namun, untuk lebih jelasnya ada baiknya bila dijabarkan secara kategorikal sehingga menjadi suatu referensi yang terstruktur:

Konsekuensi Fisik

Penampilan

  • Sekujur wajah hingga tubuh, terutama punggung terserang jerawat ataupun bisul bernanah.
  • Timbul kelenjar lemak seperti payudara pada puting pria yang dinamakan gynecomastia.
  • Wajah dan tubuh membengkak karena retensi air yang tinggi di bawah permukaan kulit.
  • Rambut rontok atau kebotakan dini.

Fungsi & Organ Seksual

  • Impotensi dan kemandulan (infertilitas) akibat tubuh telah mematikan secara permanen produksi hormon sendiri.
  • Pembengkakan prostate atau sering dikenal dengan nama Benign Prostate Hypertrophy (BPH) dini pada pria.
  • Risiko tinggi terserang kanker prostate.

Fungsi & Organ Lain

  • Jantung: pembesaran berlebihan pada organ jantung, serta penebalan jaringan pada otot-otot jantung, membuat kinerja jantung menjadi abnormal.
  • Turunnya HDL: HDL adalah jenis kolesterol yang baik apabila memiliki nilai yang tinggi. Penurunan HDL adalah salah satu kondisi yang menyebabkan rasio kolesterol yang tidak normal.
  • Pembuluh darah: Penyalahgunaan steroids berpotensi meningkatkan risiko penyumbatan pada pembuluh darah sehingga memperbesar risiko terserang stroke.
  • Organ hati: Penggunaan steroids, terutama dengan basis oral memberikan efek racun yang tinggi terhadap tubuh. Sehingga seringkali merusak organ hati (liver), sebagai organ yang menetralisir racun dalam tubuh. Penyakit dari Hepatitis A (Jaundice atau kuning pada kulit) hingga Peliosis Hepatis (timbul gelembung cairan pada hati yang apabila meletus akan menyebabkan kematian akibat pendarahan internal pada organ hati), dan tumor hati.

Konsekuensi Psikologis

Ketergantungan / Candu
Meskipun efek peningkatan otot yang sangat cepat bisa didapatkan dari penyalahgunaan obat-obat hormon seperti steroids maupun growth hormone, namun penghentian pemakaiannya akan menyebabkan otot-otot yang didapat menyusut dengan cepat. Oleh karena itu timbul ketergantungan untuk selalu mempertahankan otot tersebut, sehingga si pemakai merasa harus terus memakainya.

Agresi

Penyalahgunaan obat-obatan terlarang juga menimbulkan agresifitas si pemakai. Kesimpulan ini didapat dari hasil observasi kejiwaan terhadap individu-individu yang menyalahgunakan steroids. Ditemukan pula hubungan yang cukup kuat antara tingkat agresifitas seseorang dengan tingkat penggunaan hormon testosteron pada orang tersebut.

Depresi dan Halusinasi

Meskipun tidak banyak studi yang meneliti efek obat doping pada tingkat depresi dan halusinasi. Setidaknya seorang binaragawan tahun 80-an mengakui penyakit depresi berat yang ia derita akibat penggunaan obat-obat doping. Dalam pengakuannya, Mike Christian mengungkapkan bahwa ia berhalusinasi mengenai istrinya (maaf) sedang berhubungan intim dengan mahluk luar angkasa, dan sebagai hasilnya ia marah besar terhadap istrinya dan pernikahannya berakhir dalam perceraian.

Perubahan Fisik Pada Wanita

Pembesaran Clitoris

Karena tidak sewajarnya mengalami peningkatan testosteron dalam tubuhnya, maka organ clitoris pada wanita bisa membesar. Hal ini adalah bagian dari maskulinisasi tubuh wanita sehingga condong menyerupai pria.

Maskulinitas Suara

Suara juga berubah menjadi kasar seperti layaknya pria, efek perubahan fisik ini bersifat permanen.

Tumbuh Bulu/Rambut

Testosteron pada pria memungkinkan mereka secara normal memiliki rambut-rambut pada wilayah yang tidak dimiliki wanita, seperti kumis, janggut, serta bulu di dada. Apabila menggunakan testosterone, maka wanita juga bisa mengalami efek maskulinisasi yang mirip dengan pria, sehingga tumbuh kumis serta bulu-bulu di bagian tubuh lainnya.

Kehidupan Ironis Para Pemakai Obat-Obatan Terlarang

Intinya, sudah jelas bahwa bagi atlit binaraga  yang menggunakan obat-obatan terlarang untuk keperluan mencari unfair competitive advantage (keuntungan kompetitif yang tidak adil) memiliki mental bobrok yang sama dengan koruptor yang menggerogoti negara ini. Mental mereka yang ingin mencari jalan pintas dan menyepelekan nilai-nilai luhur dari sportivitas, usaha keras, usaha jujur, hanya akan menggerogoti tubuhnya dan olahraga yang ia geluti.

Dari semua risiko yang para pemakai obat-obatan terlarang tempuh untuk bisa tampil lebih kompetitif, bahkan pada kejuaraan binaraga natural, mayoritas dari mereka masih tetap kalah dari orang-orang yang justru tampil drug-free dan mempersiapkan diri dengan menjalankan pola hidup sehat. Walaupun kebetulan menang, mereka dengan mudah tertangkap oleh tes doping ketat yang dilakukan oleh penyelenggara kejuaraan.

Yang tak kalah ironisnya adalah para pemakai obat-obatan terlarang yang menggunakannya tanpa tujuan kompetisi. Mengekspos dirinya pada semua potensi efek samping kesehatan yang demikian berbahaya hanya untuk bisa terlihat sedikit lebih atletis. Individu seperti ini benar-benar menyepelekan potensi dirinya sendiri untuk bisa melakukannya secara alamiah.

Dan ironisnya lagi, segala kegagahan fisik yang diraih secara palsu ini tidaklah bertahan lama begitu mereka berhenti menggunakan obat-obatan terlarang tersebut. Kegagahan fisik yang mereka harap untuk dapatkan seharusnya menggambarkan keperkasaan, kekuatan, kesehatan. Namun kegagahan fisik yang diraih melalui obat-obatan terlarang justru membuat mereka tidak perkasa (impoten), tidak kuat (mental dan pikiran), serta tidak sehat (terekspos banyak risiko efek samping).

  Binaraga Shop

[View All]
on sale!

Algae Max

Disc 10 % Off
Rp 300000
Rp 270,000
Disc 10 % Off
Rp 250000
Rp 225,000
on sale!

Mega Mass 4000

Disc 10 % Off
Rp 1446000
Rp 1,301,400
on sale!

Omega 3

Disc 10 % Off
Rp 216000
Rp 194,400